Bagaimana cara kerja vaksinasi?

How does vaccination work?

Vaksin, yang juga dikenal dengan sebutan imunisasi, membantu mencegah penyakit atau kematian bagi jutaan orang setiap tahun. Dokter bernama Edward Jenner (1749- 1823) merupakan orang pertama yang memproduksi vaksin ketika mengembangkan vaksin melawan cacar. Dia memperhatikan bahwa para wanita pemerah susu yang telah sembuh dari penyakit ringan bernama cacar lembu (cowpax), yang mengakibatkan lepuh di tangan, tidak pernah terkena penyakit cacar (smallpox) yang mematikan. Jenner lalu merayu seorang ibu agar mengizinkan Jenner menyuntik anaknya yang berusia delapan tahun dengan cacar lembu. Anak itu menderita penyakit tersebut dan lalu sembuh. Kemudian, Jenner menyuntikkan cacar kepada anak itu, dan menemukan si anak kebal terhadap penyakit tersebut karena sebelumnya telah disuntikkan cacar lembu. Virus cacar lembu memiliki kemiripan dengan virus cacar sehingga tubuh kita tidak bisa mengenali perbedaannya. Jenner menyadari bahwa dengan menyuntikkan orang dengan cacar lembu yang tidak berbahaya, dia bisa melindundungi mereka dari cacar yang jauh lebih berbahaya.

Vaksin menyiapkan sistem pertahanan tubuh untuk melawan penyakit dengan memanfaatkan fakta bahwa sistem tersebut dapat “mengingat” kuman-kuman yang telah menginfeksinya. Vaksin, yang kerap disuntikkan ke dalam tubuh, memberi kita kekebalan tanpa harus menderita suatu penyakit atau gejalanya. Setiap vaksin berisi kuman yang telah mati atau dilemahkan (biasanya virus atau bakteri) yang menyebabkan penyakit tertentu. Contohnya, ada dua vaksin yang dapat digunakan untuk demam tifus: satu vaksin berisi bakteri Salmonella typhii yang telah mati, satu lagi berisi bakteri Salmonella yang hidup namun telah dilemahkan yang menyebabkan demam tifus. Meski kuman di dalam vaksin telah diganti sehingga tidak bisa menimbulkan penyakit, bagian dari kuman yang merangsang sistem pertahanan untuk merespons (antigen) tetap ada.

Setelah divaksinasi, beberapa sel darah putih yang bertanggung jawab melindungi kita dari penyakit, yang dinamakan limfosit B merespons seakan-akan terdapat kuman nyata yang menginfeksi tubuh. Mereka memperbanyak diri untuk membentuk sekumpulan tentere dan berkembang menjadi sel plasma atau memori sel B. Sel plasma menghasilkan antibodi yang melekat dan mematikan bakteri yang sedang divaksinasi. Akhirnya, antibodi secara berangsur-angsur menghilang, tetapi memori sel B akan menetap dalam tubuh kita selama bertahun-tahun. Jika tubuh bertemu dengan bakteri yang sama di masa mendatang, antibodi dan memori sel B akan mengenalinya dan melawannya sehingga kita tidak sakit.

4 thoughts on “Bagaimana cara kerja vaksinasi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>