Is it safe to eat moldy food after jamurnya removed?
However, there is a fungus that is harmless because it does not contain toxins. This fungus is found on some cheese with a layer of external mold, such as Brie and Camembert cheese or cheese with mushrooms in it, such as Stilton and Danish blue. This fungus accidentally introduced by adding fungal spores. However, according to the Food Standards Agency, if there is mold on cheese that should not moldy, do not eat the cheese.
Jamur merupakan tanaman kecil dengan akar mirip benang yang menancap pada makanan yang ditempatinya. Jamur biasanya bisa dilihat dan tumbuh pada banyak jenis makanan, terutama keju, buah, dan roti. Racun yang di produksi oleh jamur tidak bisa dilihat dan bisa menembus makanan. Jadi, meski jamur diangkat, makanannya masih mengandung racun, dan bisa menimbulkan penyakit jika dimakan. Pilihan paling aman memang membuang makanan berjamur itu.
Meski demikian, ada jamur yang tidak berbahaya karena tidak mengandung racun. Jamur ini terdapat pada beberapa keju dengan lapisan jamur eksternal, seperti keju Brie dan Camembert atau keju dengan jamur yang ada di dalamnya, seperti Stilton dan Danish biru. Jamur ini sengaja dimasukkan dengan menambahkan spora jamur. Namun, menurut Badan Standar Makanan, jika ada jamur pada keju yang semestinya tidak berjamur, jangan makan keju itu.